On-premise atau SaaS: di mana data bisnis rahasia seharusnya tinggal?
Terbit · Digidaya
Software yang memegang struktur biaya Anda, data pelamar kerja, atau gambar teknik milik klien memunculkan pertanyaan yang tidak muncul pada aplikasi biasa: di server siapa data itu berada? Berikut perbandingan ketiga pilihannya, dan cara kami memutuskannya untuk produk kami sendiri.
Tiga cara menjalankan software bisnis
SaaS — vendor menjalankan software di infrastruktur miliknya dan Anda memakainya lewat browser. Data Anda berada di server yang dioperasikan vendor, biasanya bersama data pelanggan lain.
VPS privat — software berjalan di server virtual yang khusus untuk perusahaan Anda, di penyedia hosting pilihan Anda. Tidak ada data pihak lain dalam instalasi yang sama.
On-premise — software berjalan di server milik dan dikelola perusahaan Anda sendiri, di dalam jaringan Anda.
Perbandingannya
| SaaS | VPS privat | On-premise | |
|---|---|---|---|
| Lokasi data | Server vendor, dipakai bersama | Server khusus untuk Anda | Server Anda sendiri |
| Waktu mulai | Hari itu juga | Hitungan hari | Hitungan minggu |
| Pola biaya | Langganan | Hosting ditambah lisensi | Perangkat keras ditambah lisensi |
| Yang menjalankan pembaruan | Vendor | Berbagi | Tim Anda, atau mitra Anda |
| Kendali atas akses | Kebijakan vendor | Milik Anda | Milik Anda |
Kapan SaaS adalah pilihan tepat
SaaS sering kali pilihan yang masuk akal. Bisa mulai hari itu juga, vendor mengurus pembaruan dan ketersediaan, dan Anda membayar berkala alih-alih di muka. Untuk aplikasi yang datanya tidak terlalu sensitif, atau yang nilainya justru datang dari dipakai bersama lintas organisasi, keunggulan itu biasanya menang.
Kapan data sebaiknya tetap bersama Anda
Perhitungannya berubah ketika datanya adalah bisnis itu sendiri. Struktur biaya kontraktor tambang adalah posisi kompetitifnya. Data pelamar adalah data pribadi orang sungguhan. Gambar kelistrikan adalah milik klien yang memesannya.
Untuk data seperti ini, tiga pertanyaan yang menentukan: siapa yang secara teknis bisa menjangkau datanya, siapa yang bertanggung jawab bila bocor, dan apakah Anda bisa menunjukkan kepada klien atau auditor di mana persisnya data itu berada. VPS privat atau instalasi on-premise memberi jawaban langsung atas ketiganya.
Di Indonesia ada pula dimensi hukumnya. Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi menetapkan kewajiban bagi organisasi yang memproses data pribadi, termasuk data rekrutmen dan asesmen. Di mana data itu disimpan adalah bagian dari memenuhinya; penasihat hukum Anda adalah pihak yang tepat untuk menjelaskan penerapannya bagi perusahaan Anda.
Pertanyaan sebelum Anda tanda tangan
Di mana persisnya data kami disimpan? Negara dan nama penyedianya adalah jawaban minimal. Untuk VPS privat, tanyakan servernya terdaftar atas akun siapa, akun Anda atau akun vendor.
Siapa di pihak vendor yang bisa membukanya? Tim support sering perlu akses untuk memperbaiki masalah. Tanyakan bagaimana akses itu diberikan, apakah tercatat, dan apakah Anda bisa melihat catatannya.
Bagaimana kami mengambil semuanya kembali? Tanyakan format ekspornya, dan apakah lampiran serta riwayat ikut, bukan hanya data terakhir. Tanyakan juga apa yang terjadi pada data Anda setelah kontrak berakhir.
Siapa yang memasang pembaruan, dan kapan? On-premise memberi Anda kendali atas waktunya, sekaligus kewajiban untuk mengikutinya. Sepakati siapa menambal apa sebelum go-live.
Berapa biayanya dalam tiga tahun? Bandingkan biaya langganan dengan perangkat keras atau hosting, lisensi, dan jam kerja tim Anda untuk mengelolanya. Tahun pertama yang paling murah belum tentu sistem yang paling murah.
Cara kami memutuskan untuk produk kami sendiri
Kami menerapkan ujian yang sama pada apa yang kami bangun. SEKALA memegang struktur biaya, SALVAN memegang data pelamar, dan SCHEMAX memegang gambar kelistrikan milik klien. Ketiganya hanya dipasang di VPS privat atau di server pelanggan sendiri, dan tidak tersedia sebagai SaaS.
Dua produk kami justru berjalan sebagai secure SaaS: SWAKARA, yang mengubah uraian proses bisnis menjadi dokumen kebutuhan produk (PRD), dan TETRATALENT, untuk asesmen psikometri DISC. Keduanya langsung dipakai lewat browser, tanpa instalasi.